Bisnis Jangkrik Beromzet Rp10 Juta

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Bisnis produk olahan jangkrik makin laris di Pekanbaru, Riau, hingga berhasil menembus pasar Malaysia.

"Omzet bisnis jangkrik bisa mencapai Rp10 juta per bulan," kata praktisi bisnis jangkrik dari "Sriglilus", Sri Rahayu, Jumat (21/10).

Perempuan berusia 70 tahun itu adalah satu-satunya pelaku usaha jangkrik di Pekanbaru yang berani melakukan diversifikasi produk. Hasil olahan dari serangga tersebut kini ada yang dijadikan suplemen makanan berbentuk kapsul, peyek, rendang, hingga kue bangkit jangkrik.

Bahkan, produk jangkrik sebenarnya merupakan usaha keluarga di kediamannya di Jalan Wonosari Gang Nasari No. 6 Pekanbaru, kini sudah bisa menembus pasar modern hingga diminati di pasar Malaysia.

"Untuk kapsul suplemen makanan dari jangkrik sudah punya langganan sendiri di Malaysia," katanya.

Ia mengatakan mulai membuka usaha jangkrik dari tahap budidaya sejak tahun 1991, yang hasilnya dijual untuk pakan ikan. Karena melihat peluang usaha yang cukup cerah, Sri mulai mencoba mengolah jangkrik itu menjadi suplemen pada tahun 2003 dan lima tahun berselang ia mencoba membuat makanan dari jangkrik.

"Bisnis jangkrik sudah sangat banyak di Jawa, tapi saya terkejut juga ternyata waktu pertama kali mencoba membuat makanan olahan dari jangkrik dapat respon bagus dari masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, perkembangan bisnis jangkrik miliknya juga tak lepas dari bantuan promosi dari pemerintah daerah dan perusahaan besar di Pekanbaru.

"Jangkrik bagus untuk tubuh karena tinggi kandungan proteinnya, dan yang paling penting adalah halal untuk dikonsumsi," katanya.

*kontributor Ganda Wibowo (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip UR)